Blog Archives

Statistika dan Politik

Di post oleh                       : andi.unej

Sumber                                :http://andi-unej.blogspot.com/

Selain pengaplikasian dalam berbagai bidang , statistic juga bisa diginakan dalam ilmu politik. internasional adalah cabang dari ilmu politik memang memiliki karakteristik yang berbeda dengan disiplin ilmu politik yang kurikulumnya tampak kental. Disiplin ilmu hubungan internasional yang selama ini banyak didominasi oleh issue hubungan antar negara sebagai aktor utama pasca perjanjian West-Phalia menjadikan banyak kajian statistik kurang banyak diminati. Tampaknya terdapat semacam keraguan besar untuk bisa memaknai perilaku negara dengan melakukan penghitungan angka-angka. Atau apakah mungkin melakukan penelitian dengan basis negara, dan peneliti melakukan treatment tertentu kepada negara. Secara teknis memang sulit melakukan penelitian dengan berbasis pendekatan kuantitatif dalam konteks pembangunan teori.

menyebabkan disiplin ilmu hubungan internasional sangat miskin teori yang berbasis penelitian hubungan internasional murni. Kebanyakan teori-teori hubungan internasional mengadopsi teori dari disiplin ilmu lain, atau ilmu induknya yakni ilmu sosial dan politik. Seperti teori persepsi dari Kenneth E. Boulding sedikit banyak mengambil analogi pembangunan teori dari disiplin ilmu psikologi. Atau teori-teori perang dalam Walter S. Jones juga banyak mengambil bangunan teori konflik, baik yang berbasis liberalis, atau marxis. Teori-teori dependensia dari Cardoso dan Galtung dalam batas tertentu juga banyak meminjam landasan-landaan teoretik dari disiplin ilmu politik yang berbasis kelas. Dari paparan ini tampaknnya sulit menemukan teori dalam hubungan internasional yang genuine disiplin ilmu hubungan internasional.

Dalam pandangan penulis, disiplin ilmu hubungan internasional lebih banyak memprodusi konsep-konsep, variabel, preposisi atau maksimal dalam pembentukan hipotesa, akan tetapi untuk teori tampaknya belum tampak yanng mapan banyak mengadopsi disiplin ilmu politik pada umumnya. Akan tetapi kalau kita menyimak lebih seksama, pergeseran issue dalam hubungan internasional yang sebelumnya berbasis high politics yang kemudian bergeser ke low politics, dan di tingkat aktor yang sebelumnya banyak berbasis negara semakin bergeser dengan basis non negara menjadikan kajian kuantitatif menjadi menemukan momentum untuk berkembang. Aktor Hubungan internasional yang semakin longgar dan relatif tidak terikat oleh ikatan kepentingan nasional dan geografis atau dalam kata lain memberikan loyalitasnya pada kepentingan groupnya atau bahkan kepentingan global menjadi arah universalisme semakin menggejala. Isue ekonomi yang kemudian mengantikan issue idiologi-militer menjadikan reasoning ekonomi yang rasionalisme didukung oleh pendekatan kuantitatif seperti menemukan momentum baru.

Selama ini banyak analisis mencoba menjelaskan fenomena ekonomi dengan penjelasan dari sudut politiknya, sekarang ada kecenderungan faktor ekonomi sengaja dipisahkan dari gejala politik . Fenomena ini bisa dilihat dari fakta-fakta internasional, seperti kasus Jepang yang tetap mapan meski digoncang instabilitas politik. Dan tampaknya kecenderungan ini semakin akan menguat sehubungan sangat merugikannya mengkaitkan gejala ekonomi dan politik.

Begitu juga dengan studi ilmu hubungan internasional, dengan ekonomi akan memberikan apresiasi yang lebih baik terhadap pendekatan kuantitatif, dan dengan demikian akan berbanding lurus dengan penggunaan statistik sebagai alat bantunya. Jika kita juga mau meneliti dengan seksama dan obyektif, ilmu hubungan internasaional dalam periode perang dingin banyak melandasakn pada issue high politics, ternyata tak bisa menghindarkan dari gejala statistik.

Bagaimana tidak negara yang saling bersitegang dalam konteks idiologi dan militer harus senantiasa menyakinkan sekutu, bahkan kompetitornya bahwa dialah yang paling berkuasa dan powerful. Proses ini mau tidak mau memerlukan statistik secara rigid. Inilah yang kemudian mengilhami pengembangan tehnologi statistik dalam studi propaganda.

Studi propaganda dalam kajian ilmu politk, dalam bahasa sederhana merupakan media perang informasi dalam bentuk iklan sampai bentuk propaganda politik untuk mendapatkan dukungan dari fihak lain, ataupun membuat lawan atau kompetitor menjadi under-estimate dengan kemampuannya. Studi propaganda merupakan studi untuk membuat memenangkan opini dalam masyarakat ditengah opini yang sangat beragam. Dengan menggunakan metode statistik seorang publik figur bisa menyerang argumentasi fihak kompetitornya, atau mempertahankan argumentasinya.

Add comment June 5th, 2012

Next Posts Previous Posts


Konsultan Data

Bengkel Survei

Categories

Tags

Archives

Information

For more updates visits :
Gamma Sigma Beta WP

Or follow @GSB_IPB on Twitter.

StatPress

Visits today: 26

Links