SELAMAT DATANG!
Selamat Datang di Website Resmi Himpunan Keprofesian Mahasiswa Statistika Institut Pertanian Bogor, Gamma Sigma Beta, tempatnya mahasiswa Statistika ngumpul, berbagi ilmu, & sharing pengalaman!
Satu hal pesan dari kami selaku pengelola, silakan tinggalkan komentar di halaman yang Anda kunjungi. Sekali lagi selamat datang, selamat mencari apa yang Anda inginkan, selamat berbagi ilmu, selamat berkenalan, dan terima kasih atas kunjungan Anda! Salam STATISTIKA!
Rapat Umum Anggota II

Hasil Musyawarah Besar Gamma Sigma Beta 30/12/2011
Pada hari Rabu tanggal 30 November 2011 yang lalu Badan Pengawas Himpunan Keprofesian Gamma Sigma Beta telah mengadakan Musyawarah Besar kedua yang merupakan kelanjutan dari Musyawarah Besar pertama hari Rabu tanggal 23 November 2011. Pada Musyawarah Besar kedua ini telah tercapai mufakat antara seluruh peserta musyawarah yang terdiri dari anggota himpunan keprofesian Gamma Sigma Beta angkatan 45, 46 dan 47. Hasil dari Musyawarah Besar kedua adalah:
Terpilihnya MUHAMMAD KHOIRUL FITRIANTO (Ucok) – G14090027 sebagai Ketua Himpunan Keprofesian Gamma Sigma Beta periode 2012.

Kami segenap pengurus Himpunan Keprofesian Gamma Sigma Beta periode 2011 mengucapkan selamat kepada Ucok. Semoga dapat mengemban amanah yang diberikan dengan sebaik-baiknya dan dapat memberikan perubahan positif bagi Himpunan Keprofesian Gamma Sigma Beta ke depannya.
Departemen Analisis Data: EXOTICS “EXpo Of StatisTICS”
ANDAT proudly presents: EXOTICS “EXpo Of statisTICS”
Tanggal: 8-9 november 2011
Tempat: Node FEMA.
Melayani : Analisis data, analisis perancangan survei, desain kuisioner serta konsultasi analisis data.
Tidak dipungut biaya alias GRATIS
Pusing dengan data? “EXOTICS” solusinya!
Department of Survey and Research: Grand SURE Basic Training – “Marketing Research”

Sejarah Hari Statistika Nasional
Tanggal 26 September adalah hari statistika nasional. Namun apakah kita tahu mengapa hari ini diperingati sebagai hari statistika nasional?. Pada kesempatan kali ini kami akan mengulas sedikit sejarah mengenai hari statistika nasional.
Untuk memenuhi rekomendasi PBB agar setiap negara anggotanya menyelenggarakan sensus penduduk secara serentak, Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus sebagai pengganti Volkstelling Ordonnantie 1930.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi penyusunan perencanaan Pembangunan Semesta Berencana, pada tanggal 26 September 1960 Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 1960 tentang Statistik sebagai pengganti Statistiek Ordonnantie 1934. Undang-undang tersebut secara rinci mengatur penyelenggaraan statistik dan organisasi Biro Pusat Statistik.
Presiden RI pada Agustus 1966 menetapkan tanggal diundangkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik tersebut sebagai ”Hari Statistik”. Alasannya, bahwa kelahiran Undang-Undang tersebut merupakan titik awal perjalanan BPS dalam mengisi kemerdekaan di bidang statistik yang selama ini diatur berdasarkan sistem perundang-undangan kolonial. Kemudian, Pemerintah RI menetapkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 6 dan 7 Tahun 1960.
Skala Likert
Skala linkert pertama kali dikembangkan oleh Rensis Linkert pada tahun 1932 dalam mengukur sikap masyarakat. Skala ini hanya menggunakan item yang secara pasti baik dan secara pasti buruk.
tem yang pasti disenangi, disukai, yang baik, diberi tanda negatif (-).Total skor merupakan penjumlahan skor responsi dari responden yang hasilnya ditafsirkan sebagai posisi responden.
Skala ini menggunakan ukuran ordinal sehingga dapat membuat ranking walaupun tidak diketahui berapa kali satu responden lebih baik atau lebih buruk dari responden lainnya.
Prosedur dalam membuat skala linkert adalah sebagai berikut :
1. Pengumpulan item-item yang cukup banyak dan relevan dengan masalah yang sedang diteliti, berupa item yang cukup terang disukai dan yang cukup terang tidak disukai
2. Item-item tersebut dicoba kepada sekelompok responden yang cukup representatif dari populasi yang ingin diteliti.
3. Pengumpulan responsi dari responden untuk kemudian diberikan skor, untuk jawaban yang memberikan indikasi menyenangi diberi skor tertinggi.
4. Total skor dari masing-masing individu adalah penjumlahan dari skor masing-masing item dari
individu tersebut
5. Responsi dianalisa untuk mengetahui item-item mana yang sangat nyata batasan antara skor tinggi dan skor rendah dalam skala total. Untuk mempertahankan konsistensi internal dari pertanyaan maka item yang tidak menunjukkan korelasi dengan total skor atau tidak menunjukkan beda yang nyata apakah masuk kedalam skor tinggi atau rendah dibuang.
Kelebihan skala linkert:
1. Dalam menyusun skala, item-item yang tidak jelas korelasinya masih dapat dimasukkan dalam skala.
2. Lebih mudah membuatnya dari pada skala thurstone.
3. Mempunyai reliabilitas yang relatif tinggi dibanding skala thurstone untuk jumlah item yang sama. Juga dapat memperlihatkan item yang dinyatakan dalam beberapa responsi alternatif.
4. Dapat memberikan keterangan yang lebih nyata tentang pendapatan atau sikap responden.
Kelemahan skala linkert:
1. Hanya dapat mengurutkan individu dalam skala, tetapi tidak dapat membandingkan berapakali individu lebih baik dari individu lainya.
2. Kadang kala total skor dari individu tidak memberikan arti yang jelas, banyak pola responsi terhadap beberapa item akan memberikan skor yang sama.
Validitas dari skala linkert masih memerlukan penelitian empirik.
Departemen Analisis Data: Statistics Software Training

Statistics Software Training
Pengurus GSB 2011
Bagi yang belum kenal, inilah pengurus GSB 2011 (gambar diambil bulan Mei)

STATISTIKA RIA 2011
Selamat Mudik Semua :D









